disfungsi, disfungsi ereksi, jenis disfungsi, impotensi
Disfungsi Ereksi

5 Jenis Disfungsi Yang Mengancam Kejantanan Seksual Pria

Posted On November 26, 2015 at 7:55 am by / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Jenis Disfungsi Yang Mengancam Kejantanan Seksual Pria

 

Kususpria.com – Masalah kejantanan seperti disfungsi ereksi memang menjadi tanggung jawab tersendiri bagi pria yang ingin selalu memuaskan kebutuhan bilogis istrinya. Namun, berbagai romantika dan tantangan dunia dan pola hidup yang kurang sehat membuat keperkasaan selama ini menurun.

Faktor yang menjadi momok bagi pria dalam masalah kejantanan adalah kemampuan dalam mempertahankan Mr P tetap ereksi. Jika Anda ingin tetap punya performa seksual tetap prima di ranjang, sebuah pengalaman saja tidak cukup untuk menolong Anda. Anda tahu, kemampuan untuk “ereksi” dan mempertahankannya juga sangat penting untuk kelangsungan hubungan yang lebih baik.

Anda tidak usah takut untuk berbicara dengan dokter atau seksolog terkait masalah Anda yang Anda alami saat ini sejak dini. Diharapkan mampu untuk menentukan penyebab dan mencari solusi yang terbaik bagi masalah disfunsi Anda. Sebelumnya, cocokkan dulu masalah seksual yang Anda alami saat ini dengan penjelasan Dr. Culley Carson III, seorang urolog di University of North Carolina School of Medicine.

Inilah lima jenis disfungsi seksual yang paling umum ditemukan pada pria dan saran Dr. Culley untuk mengatasinya  seperti ditinjau oleh dr. Deffy Laksani Anggar Sari yang dilansir oleh merdeka.com adalah sebagai berikut :

Disfungsi ereksi

Salah satu jenis disfungsi ereksi yang umum terjadi adalah impotensi. Disfungsi ereksi atau yang lebih dikenal dengan istilah impotensi adalah ketidakmampuan penis untuk ereksi. Bagi kebanyakan pria, masalah ini sangat mengganggu kualitas hidup mereka, khususnya dalam kehidupan seksual. Untuk dapat melakukan ereksi, penis memerlukan aliran darah yang baik.

Aliran darah ini diatur oleh jantung yang mengalir lewat pembuluh darah. Disfungsi ereksi mungkin merupakan sinyal awal ada yang tidak beres pada jantung atau pembuluh darah Anda. Menurut Dr. Carson, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien serangan jantung dan stroke mengalami disfungsi ereksi 3-5 tahun sebelum serangan terjadi.

Dalam pengobatannya, pengobatan untuk masalah disfungsi ereksi pasti melibatkan perubahan gaya hidup yang menyebabkan kerusakan jantung dan pembuluh darah yakni obesitas, merokok, kolesterol, dan faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain memodifikasi gaya hidup, ada beberapa obat yang tersedia untuk mengobati masalah disfungsi ereksi, seperti Cialis dan Levitra. Tentu, dalam hal ini pemakaiannya harus sepengetahuan dokter atau akan berpotensi merusak jaringan pada penis secara permanen seperti akan dijelaskan nanti.

Disfungsi Sindrom defisiensi testosteron (Low Testoteron)

Sindrom defisiensi atau kekurangan testosteron atau istilah lain menyebutnya “hipogonadisme” adalah salah satu jenis disfungsi yang perlu Anda perhatikan. Masalah ini tidak hanya mempengaruhi kemampuan ereksi saja, tapi juga menyangkut pada kesehatan tulang, level energi, kekuatan otot dan suasana hati.

Jika Anda sulit mengalami ereksi atau tidak bisa mempertahankan ereksi pada penis Anda, seorang dokter akan memeriksa darah Anda di pagi hari untuk menentukan apakah memang gangguan hormon testosteron yang jadi penyebabnya. Terapi hormon testosteron dapat membantu meringankan gejala kejantanan Anda.

Terapi ini dilakukan sampai kadar testosteron Anda mencapai kadar normal. Tidak semua pria dengan kadar testosteron rendah mengalami gangguan ereksi sehingga tidak perlu ada tindakan medis terhadapnya.

Disfungsi Ejakulasi Dini

Tipe jenis disfungsi paling umum yang banyak dialami sekaligus sebagai momok yang menakutkan bagi kebanyakan pria adalah ejakulasi dini (ED). Pria disebut mengalami ejakulasi dini adalah jika ia hanya bisa mempertahankan penetrasi selama dua menit sebelum sperma keluar. Sekitar sepertiga pria pernah mengalami ejakulasi dini. Jenis disfungsi seksual ini umumnya dialami oleh pria di bawah usia 40 tahun.

Saat ini ada beberapa metode perawatan dalam mengatasi ejakulasi dini. Obat antidepresan adalah salah satu pilihan bagi Anda yang ingin berhubungan tahan lama di atas ranjang tanpa takut terkena ejakulasi dini Anestesi topikal yang diaplikasikan ke penis juga dapat menunda ejakulasi dengan cara mengurangi sensasi rangsangan. Namun, bagi Anda yang anti dengan obat, Anda juga bisa mengobati ejakulasi dini Anda tanpa harus mengonsumsi obat dengan diminum. Anda dapat dengan mudah menggunakan pengobatan herbal ini cukup hanya menyemprotkan ke penis Anda.

Disfungi karena penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie adalah kondisi medis yang disebabkan jaringan parut yang tidak normal di dalam jaringan penis. Jaringan ini timbul mungkin karena adanya kronologi penis pernah cedera seperti terbentur sangat keras. Akibatnya, penis menjadi bengkok atau melengkung terutama saat ereksi dan terasa sangat sakit. Lengkungan penis bisa mengarah ke atas, bawah, samping, kadang ada yang berbentuk jam pasir. Karena sangat sakit, penderita penyakit ini sering urung atau menghindari melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

Pada beberapa kasus, rasa nyeri akan hilang dalam waktu satu atau dua tahun walau bentuk penis tetap melengkung tidak normal. Di masa lalu, operasi adalah salah satu dari beberapa pilihan pengobatan yang tersedia, dengan risiko yang signifikan yang bisa membahayakan kesehatan penis khususnya kesehatan bagi penderitanya. Metode baru yang saat ini sedang diuji coba adalah menyuntikkan obat ke jaringan parut untuk meluruskan penis dari bengkok kembali lurus.

Disfungsi Priapisme (Ereksi terlalu lama)

Penis yang ereksi berlebihan atau terlalu lama bisa menimbulkan jenis disfungsi yang bisa mengancam kejantanan seksual. Pria yang mengalami ereksi lebih dari empat jam harus segera ke unit gawat darurat rumah sakit. Tindakan medis harus dilakukan paling lambat delapan jam sejak mulai ereksi untuk mencegah kerusakan permanen pada Mr P.

Penyebab terbanyak priapisme adalah penggunaan atau seringnya mengonsumsi obat untuk masalah disfungsi ereksi, terutama yang berbentuk injeksi, tanpa saran dan pengawasan dari dokter. Priapisme juga bisa disebabkan oleh penggunaan zat yang bersifat psikiatri seperti kokain, atau karena kelainan sel darah merah berbentuk bulan sabit (sel sabit). Pertolongan untuk ereksi berkepanjangan adalah dengan mengurangi darah di penis menggunakan jarum atau membatasi aliran darah ke penis atau operasi.

Meskipun obat mungkin masih diperlukan, namun Anda bisa mengatasinya dengan diet yang tepat dan dengan melakukan olahraga dapat meningkatkan kadar testosteron dan fungsi seksual, serta mengurangi risiko keluhan lain seperti kanker prostat. Kunjungan rutin ke dokter juga penting untuk melakukan deteksi dini penyakit kardiovaskular. Selain itu, masalah psikologis juga sering jadi pemicu problem seksual. Jagalah fisik dan mental tetap sehat supaya hubungan mesra dengan wanita Anda berjalan lancar dan lebih memuaskan.

Dr. Carson mengatakan “Banyak masalah seksual dapat dicegah dengan hal-hal ‘klasik’ namun ampuh seperti pola makan sehat, olahraga, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal.”

Itulah lima jenis disfungsi yang sudah Anda ketahui yang bisa berimbas pada penurunan kejantanan seksual Anda. Anda tak boleh mengabaikan masalah ini begitu saja. Anda harus lebih berhati-hati dan waspada dengan periksa ke dokter jika Anda merasakan keganjilan pada performa seksualitas Anda.

%d blogger menyukai ini: